Perpindahan keyakinan M Ikhsan (Andronikus Kaparan d/h) menuai protes. Salah satunya dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Pasalnya, semula Andronikus merupakan intelejen asing dibawah komando CIA. Ia bekerja guna menguak jaringan Alkaida di Indonesia dan keterlibatan sejumlah Ormas radikal dalam pelbagai tragedi SARA (Suku, Ras dan Agama) di Indonesia Bagian Timur. Tentu, dengan upah yang menggiurkan sekira 10 juta/bulan. Karena perbuatan beresiko tersebut (Metro Realitas). Walhasil, Ia dapat meyusup ke komunitas MMI dengan lenggang-langgung. Hingga, Ia berhasil mencuri dokumen rahasia sekaligus menggelapkan arsip berharga itu guna mengusut keterkaitan Ba'asir dengan Alkaida (Usama Bin Laden). Mulai dari tahun 2001 sampai 2002 (kurang lebih 6 bulan). Namun, sekira tanggal 23 Januari 2003 Ia masuk Islam dan menjadi mulaf. Kini, keabsahan islamnya masih diragukan. Pernyataan ini disampaikan oleh Irfan, ketua MMI, 'kalau memeng benar ingin masuk islam, mengapa yang dipilih itu organisasi radikal,'katanya. Tak berhenti sampai disini, Ia pun membawa perkara tersebut ke meja hijau. Karena, M Iksan telah mencuri dokumen rahasia dan mencemarkan nama baik organisasinya. Meskipun, Ia telah mengakui kehilapannya dan menjelaskan secara gamlang berkenaan dengan masuknya ia ke MMI di hadapan petinggi dan laskar tempo dulu. Namun, apa yang terjadi ketika perbuatan itu, dilayangkan kepihak berwajib. Nyatanya, segala pengakuan M Iksan dan bukti pencurian tak memadai untuk ditindak lanjuti lebih lauh. Apalagi, setelah 24 jam semua 'tuduhan' tak terbukti dan tak ada UUD tentang pengakuan intel. Maka polisi meloloskan persoaln tersebut, kata AKBP Berbeda dengan Ba'asyir, Ia membenarkan pendapat M Iksan dan mengakui keberadaan Islamnya. Hingga Ia menghubungi Irfan (MMi) via telepon guna mengamini kemusliman Ikhsan,' tegasnya. Ibarah gayung bersambut Andronikus pun kini, berada dibawah naungan Aritmatea Jakarta. Bahkan, Diki Candra selaku ketua Aritmatea menuturkan 'Kami yakin bahwa yang bersangkutan telah benar-benar masuk islam dan mengakui kesalahannya pada masa kekapiran dulu,' paparnya. 'Saya minta maaf kepada masyarakat yang pernah saya dholimi dan saya mengakui pelbagai kealfaan saat saya masih kapir, kata M Ikhsan. lepas dari persoalan itu, kita mesti mengucapkan waspada sebagai kata pamungkas. Sebab, tak sedikit medos kelise ini hanya menguntungkan sebagian atau kelompok tertantu guna merauk keuntungan sekaligus menjadikan donatur bagi organisasinya. Sudah tentu, bisa salah sasaran apabila kita mencoba membongkat 'jaringan makelar agama' dengan ceroboh dan pendek dalam mengambil keputusan. Tak memakai rasio dan sistamik apalagi. Wapadalah..[Ibn Ghifarie] cag rampes, Pojok Sekre Kering, 18/07;22.50 wib
Jumat, 25 April 2008
Sabtu, 05 April 2008
Mengaudit Langkah
Saatnya Mengaudit Langkah
Oleh: Ubaydillah, AN
Jakarta, 6 Januari 2006
Hidup adalah sebuah pilihan
Jika hingga detik ini Anda merasa sudah berusaha kemana-mana, sudah mengerahkan segala daya upaya yang paling optimum menurut perasaan Anda, sudah berdo’a dengan redaksi yang paling hebat, sudah menghubungi siapa saja yang menurut Anda pantas dihubungi, dan ternyata hasilnya masih jauh dari yang Anda inginkan, atau bahkan sama sekali tak match, maka ada satu hal yang penting untuk dihindari dan ada satu hal yang perlu untuk dilakukan.
Satu hal yang penting untuk dihindari adalah membiarkan diri kita larut, hanyut, dan tenggelam ke dalam kesedihan meratapi nasib yang menurut perasaan kita “kok jauhnya minta ampun banget” dengan impian kita. Alasan yang perlu kita sederhanakan antara lain bahwa selain bukan hanya kita seorang saja di dunia ini yang merasakan perasaan demikian, munculnya “bad-surprise” dalam nasib kita itu adalah sesuatu yang diizinkan Tuhan untuk ada di muka bumi ini.
Karena atas izin-Nya, maka ia ada dan terjadi bukan untuk sebuah kesia-sian belaka, melainkan ada kegunaan yang bisa dimanfaatkan, meskipun harus diakui bahwa menurut perspektif manusia, tentulah tidak ada dari kita yang menginginkannya; tidak ada yang ingin merasakannya; dan tidak ada yang ingin mengalaminya, selain juga tidak boleh mengharapkannya.
Lantas apa kegunaan itu? Sampai pada tahap ini, sering sekali kita melupakan satu hal bahwa yang dipersilahkan untuk memilih kegunaan tertentu itu adalah kita, bukan malah balik bertanya kepada dunia tentang apa gunanya atau malah memasang sikap apatis yang menolak untuk menggali kegunaan selain yang sudah kita rasakan. Penderitaan itu memang membuat manusia menderita, upset, hopeless, distress, frustasi, dan seterusnya, tetapi soal untuk apa itu akan kita gunakan, adalah pure pilihan kita.
Semua itu pilihan kita, mau digunakan untuk menghancurkan diri, atau untuk pembangkit energi. Mau dijadikan racun, atau dijadikan obat – meski obat seringkali pahit rasanya. Mau dijadikan bencana atau mau dijadikan lentera – pencerahan jalan hidup. Semua balik lagi terserah pilihan kita, manusia.
Satu hal lain lagi yang perlu kita ingat bahwa tentu saja untuk mengusahakan dan mewujudkan kegunaan positif itu lebih sulit dari pada memilih kegunaan yang negatif. Dunia ini mengajarkan bahwa untuk mendapatkan hal-hal positif, dibutuhkan inisiatif sementara untuk mendapatkan hal-hal negatif hanya dibutuhkan pengabaian dan membiarkan. Tetapi di sisi lain, dunia juga mengajarkan bahwa untuk berinisiatif, biasanya beban yang ditanggung satu ons tetapi dengan mengabaikan, beban yang kita tanggung bisa kelak menjadi satu ton.
Defining Moment
Satu dari sekian kegunaan positif yang sudah dipilih oleh orang-orang positif di dunia ini adalah menjadikan hal-hal buruk yang tidak diinginkannya sebagai ”defining moment”. Artinya, penderitaan yang dialami, entah itu besar atau kecil, dadakan atau berkepanjangan, dijadikan dorongan yang benar-benar tepat (pil) untuk melakukan perubahan, perbaikan, audit, dan seterusnya. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai moment untuk menaikkan standar prestasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam kaitan dengan pembahasan kita kali ini, mungkin kita perlu menjadikan kenyataan buruk yang kita alami sebagai moment untuk meng-audit hal-hal berikut:
1. Sasaran yang kita tetapkan
Termasuk dalam cakupan sasaran di sini antara lain: cita-cita, keinginan, tujuan, target, dan seterusnya. Mengapa sasaran yang perlu diaudit? Jika kita tidak punya sasaran, ibaratnya seperti orang bingung sedang jalan-jalan. Jika kita punya sasaran tetapi telalu tinggi menurut ukuran riil kita, kegoncangan akan muncul. Jika kita turunkan terlalu rendah menurut ukuran riil kita, maka kemandekan mengancam.
Supaya kegoncangan yang kita alami tidak berkepanjangan, maka sasaran yang sudah kita teorikan di kepala perlu diaudit, entah itu diturunkan sementara, diperbaiki, diperjelas, dipendekkan, di-spesifik-kan, berdasarkan keadaan-diri kita pada hari ini. Meskipun ini tidak mengubah kenyataan buruk sedikit pun, tetapi kegoncangan batin yang kita alami sudah kita datangkan obatnya.
2. Cara, strategi, kebiasaan yang kita pakai
Hal lain yang perlu diaudit adalah cara, strategi atau seperangkat kebiasaan yang biasa kita gunakan selama ini untuk meraih sasaran yang kita inginkan dan ternyata masih gagal. Menurut hasil renungan Napoleon Hill, kebanyakan kita gagal usahanya bukan karena kita tidak mampu mewujudkan keberhasilan yang kita inginkan, melainkan karena kita mempertahankan satu cara yang sudah jelas-jelas gagal di lapangan.
Bahkan jika dilihat dari penjelasan firman Tuhan kepada kita semua, mempertahankan cara atau strategi yang sudah nyata-nyata gagal dan menolak untuk mengais cara lain, termasuk bukti dari keputusasaan kita terhadap rahmat-Nya, yang dalam bahasa agama sering disebut sesat atau gelap. Karena itu, yang diperintahkan kepada kita adalah meyakini adanya pintu lain yang sudah terbuka jika kita mendapati satu pintu yang tertutup. Sayangnya, terkadang kita terlalu lama memandangi pintu yang sudah nyata-nyata tertutup sehingga kita gagal menemukan pintu lain yang sudah terbuka.
Cara, strategi atau kebiasaan yang perlu diaudit, bukan semata yang dalam bentuk fisik, melainkan yang lebih penting lagi, adalah cara berpikir, strategi berpikir, kebiasaan berpikir atau sesuatu yang ada di dalam batin kita. Jim Rohn berpesan: “Semua yang ada di luar dirimu akan berubah jika kamu mengubah dirimu.” Hal ini karena semua kreasi fisik, entah itu tindakan atau hasil tindakan, awalnya diciptakan dari dalam batin kita (kreasi mental). Tindakan yang jitu lahir dari pikiran yang jitu, tindakan yang masih meleset lahir dari pikiran yang belum pas, kira-kira begitulah.
3. Orang, lingkungan atau jaringan yang kita masuki
Jika dalam bisnis perumahan ada kata pusaka yaitu: lokasi, lokasi, dan lokasi, maka dalam meng-audit langkah atau mengubah nasib kita, mungkin kata pusaka itu perlu diganti menjadi: orang, orang dan orang. Orang, lingkungan dan jaringan yang kita masuki, memang tidak membuat / mengubah kita menjadi apapun tetapi jika kita ingin mengubah diri dalam arti yang luas, maka ini perlu mengubah jaringan orang yang kita kenal, entah dengan cara menambah, mengurangi, memperluas, memperdalam hubungan, dan lain-lain.
Dengan mengubah jaringan orang yang kita kenal, maka ini akan menciptakan jalan bagi perubahan pola berpikir, strategi, kepercayaan, kebiasaan, pengetahuan, metode, dan seterusnya. Mungkin, saking pentingnya peranan orang itu bagi kita, sampai-sampai ahli filsafat bisnis Amerika, Jim Rohn, mengatakan: “Jika buku yang anda baca dan orang yang anda ajak bergaul sama, maka dalam lima tahun ke depan, kemungkinan besar nasib anda masih sama.”
Untuk mengubahnya, sudah pasti membutuhkan modal, tetapi modal di sini tidak mutlak identik dengan uang yang banyak atau sejumlah modal yang saat ini tidak ada di tangan kita. Prakteknya sering membuktikan bahwa orang yang perlu masuk dalam daftar “jaringan” itu sudah disediakan Tuhan di sekeliling kita tetapi selama ini jarang kita perhatikan, jarang kita bedakan, jarang kita telaah, dan jarang kita gali.
Menjaga 3K
Menjalani hidup memang berbeda seribu derajat dengan membahas kehidupan. Dalam membahas kehidupan seperti dalam tulisan ini, enak saja kita mengganti, mengubah dan meng-audit langkah sekehendak kita, tetapi dalam menjalani, tentu saja tidak bisa kita meng-audit dan mengubah sekehendak kita. Hemat saya, ada sedikitnya tiga hal yang perlu dijaga seiring dengan keputusan kita untuk meng-audit dan memperbaharui langkah, yaitu:
1. Kebutuhan
Kata orang yang sudah sering kita dengar, kebutuhan itu tidak mengenal kata nanti, bahkan ampun pun tidak. Ungkapan lain mengatakan bahwa lebih enak ngomong sama orang yang marah ketimbang ngomong sama orang yang lapar. Ini semua menunjukkan bahwa kebutuhan itu tidak bisa diganggu-gugat dan karena itu, agenda apapun yang akan kita jalankan, hendaknya jangan sampai menganggu aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan. Atau dengan kata lain, hendaknya kita tetap menjalankan aktivitas yang sasarannya untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak bisa diganggu-gugat di tengah-tengah kesibukan kita memikirkan tiga hal yang perlu diaudit di atas. Jika kebutuhan ini terancam, maka kita semua sudah tahu akibatnya.
2. Keinginan
Meskipun kebutuhan itu tidak mengenal ampun dan kata nanti, tetapi jika pikiran ini terlalu kita fokuskan hanya untuk kebutuhan, hanya apa adanya, tanpa visi, tanpa imajinasi, tanpa cita-cita, tanpa keinginan, maka Mohamad Ali mengibaratkan seperti seandainya bumi ini tanpa langit: kering dan gelap. Marylin King, mantan seorang atlet, menyimpulkan:
“ Astronot, atlet dan eksekutif perusahaan memiliki tiga hal kembar. Mereka punya sesuatu yang sangat berarti bagi mereka; sesuat yang benar-benar ingin mereka lakukan. Kami menyebutnya gairah. Mereka memandang tujuan dengan sangat jelas dan mengimajinasikannya secara ajaib sehingga tampak begitu kuat dan mereka membayangkan dirinya menapaki langkah-langkah kecil dalam perjalanan menuju tujuan itu. Kami menyebutnya visi. Akhirnya mereka melakukan sesuatu setiap hari, sesuai dengan rencana yang akan membawa mereka selangkah lebih dekat ke mimpi mereka. Kami menyebutnya aksi.”
Artinya, selain kita perlu memprogam aktivitas yang sasarannya kebutuhan, kita pun perlu memprogram aktivitas yang sasarannya adalah mewujudkan keinginan (visi, cita-cita, dst) yang belum terwujud atau beru terwujud sebagian, agar tidak kering dan gelap (demotivator dan apatis), seperti bagaikan bumi tanpa langit, bagaikan burung tanpa sayap, bagaikan mobil yang rodanya terpendam lumpur “kebutuhan”.
3. Kelancaran
Tak cukup sepertinya jika kita hanya memprogram aktivitas yang kita lakukan hari ini semata untuk sasaran kebutuhan dan keinginan. Ada satu hal lain yang perlu kita programkan, yaitu mengatasi masalah-masalah, entah itu tehnis, hubungan, dan lain-lain yang kedatangannya tidak diundang. Membiarkan masalah, bukan berarti menghilangkan masalah.Tetapi jika kita mengerahkan seluruh pikiran dan aktivitas kita hanya untuk mengurusi masalah, maka keinginan dan kebutuhan kita akan yatim, yang juga masalah.
Jadi, menurut nasehat Anthony Robbins, gunakan 10 % saja untuk memikirkan masalah (what and why), lalu gunakan sisanya untuk memikirkan pemecahan masalah (how). Tenggelam dalam memikirkan masalah, justru malah akan membuat kita bermasalah. Nasehat lain bisa kita dengarkan dari Brian Tracy, seorang konsultan SDM, yang mengatakan: “bukan dimana saat ini kita berada; yang menentukan kita, melainkan ke mana langkah ini akan kita gerakkan.” Masalah tidak membuat kita keman-mana tetapi apa yang akan kita lakukan terhadap masalah itu akan menentukan di manan nanti kita berada.
Dengan belajar menjalani tiga hal di atas, minimal kita tidak perlu bertengkar dengan kenyataan yang ada di hadapan kita, pun juga kita tidak tenggelam di dalam kenyataan itu, serta tidak terhanyut ke dalam memikirkan masalah siang dan malam. Sekali lagi perlu kita ingat, ini baru membahas kehidupan, belum masalah menjalani kehidupan. Selamat menjalankan.
Diposting oleh Dwi Mukti Wibowo di 21.31 0 komentar
Rabu, 02 April 2008
IP Masquerade
IP Masquerade adalah salah satu fasilitas di Linux yang memungkinkan komputer yang tidak memiliki nomor IP resmi dapat tersambung ke internet melewati komputer Linux. IP Masquerade dibutuhkan jika jaringan Anda mempunyai nomor IP resmi yang lebih sedikit daripada jumlah komputer yang ada. Selain menjembatani kekurangan nomor IP, IP Masquerading dengan digabungkan ipchains atau ipfwadm juga dapat menjadi filter paket-paket yang keluar masuk. Dapat diibaratkan, mesin Linux berfungsi sebagai gateway.
Cara kerja IP Masquerade dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Mesin klien diseting dengan menempatkan mesin Linux sebagai gatewaynya.
2. Jika ada paket dari klien ke mesin Linux, IP Masquerade akan membuat nomor port baru, header IP baru berdasarkan IP mesin Linux, dan menyimpan paket aslinya. Paket tersebut kemudian diteruskan ke internet lewat koneksi PPP atau SLIP.
3. Jika ada paket baru dari Internet, IP Masquerade akan mencocokkan dengan nomor port. Jika sesuai dengan nomor port yang telah dibuat sebelumnya, maka paket tersebut dibungkus kembali dengan header yang telah disimpan sebelumnya, dan diteruskan kepada klien.
4. Baik klien maupun host di Internet yang mengirimkan paket tidak pernah merasakan perbedaannya.
Untuk menjalankan IP Masquerade pada mesin Linux dengan Kernel 2.2.x, Anda membutuhkan :
1. Kernel 2.2.x atau berikutnya
2. Modul kernel yang dapat dijalankan, minimal versi 2.1.121 atau berikutnya
3. Jaringan dengan menggunakan TCP/IP yang telah berjalan dengan baik.
4. Koneksi ke internet untuk mesin Linux
5. IP Chains versi 1.3.8 atau berikutnya
Sedangkan pada Kernel versi 2.0.x Anda membutuhkan :
1. Kernel 2.0.x atau berikutnya
2. Modul kernel yang dapat dijalankan, minimal versi 2.0.0 atau berikutnya
3. Jaringan dengan menggunakan TCP/IP yang telah berjalan dengan baik.
4. Koneksi ke internet untuk mesin Linux
5. Ipfwadm versi 2.3 atau berikutnya
Sebelum melakukan seting IP Masquerade, pastikan bahwa mesin Linux Anda tidak berisi data-data penting. Mesin Linux ini akan jadikan gateway, yang merupakan mesin terdepan yang terkena sasaran jika ada penyusupan atau serangan ke dalam jaringan Anda (Baca Bab VII tentang Keamanan Linux). Jika Anda berencanan menjadikan Linux sebagai file server, mail server, web server atau aplikasi server yang penting lainnya, dianjurkan untuk menginstal IP Masquerade pada mesin Linux lainnya. Anda dapat memanfaatkan mesin-mesin 486 lama yang mungkin sekarang tersimpan di gudang.
Sumber :: http://kambing.ui.edu/bebas/v01/DLL/ServerLinux/node51.html
Diposting oleh Dwi Mukti Wibowo di 07.46 0 komentar
APLIKASI WIRELESS BERBASIS GPRS DAN 3 G
Dialamat ini Anda akan menemukan sedikit banyak pengetahuan tentang wireless yang berhubungan dengan dunia GPRS dan 3G.
http://telcomclub.gramaweb.com/download/1302071244_aplikasiwireless.pdf
Diposting oleh Dwi Mukti Wibowo di 05.36 1 komentar